Penelitian Mr. Dr. Alfian M.Ed. di Amsterdam dan Leiden Mengenai Manuskrip Hampir Punah dari Kerinci, Indonesia

Jambi, – Dr. Alfian M.Ed., dosen tetap Program Studi Tadris Bahasa Inggris Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi, baru-baru ini melakukan penelitian penting di Amsterdam dan Leiden, Belanda. Penelitian ini berfokus pada manuskrip-manuskrip berharga yang hampir punah dari daerah Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Manuskrip tersebut merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai sejarah dan budaya lokal yang terancam punah akibat faktor usia dan kurangnya pelestarian.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Alfian ini mendapat dukungan dana dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, yang memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian warisan budaya Indonesia. Melalui pendanaan ini, penelitian yang dilakukan selama beberapa bulan di Belanda bertujuan untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mengonservasi naskah-naskah kuno dari daerah Kerinci yang memiliki potensi besar sebagai sumber pengetahuan dan kebudayaan lokal yang sangat bernilai.
Dr. Alfian M.Ed. mengungkapkan bahwa manuskrip-manuskrip ini, yang sebagian besar menggunakan bahasa Melayu Kuno dan aksara Jawi, merupakan saksi bisu sejarah perkembangan budaya dan agama di Kerinci. “Sebagian besar manuskrip ini masih disimpan dalam kondisi yang rapuh dan terancam hilang jika tidak segera dipelihara dengan baik. Penelitian ini penting untuk menyelamatkan dan menghidupkan kembali warisan intelektual yang selama ini kurang mendapat perhatian,” ujarnya.
Penelitian ini tidak hanya dilakukan di Indonesia, namun juga mencakup kunjungan ke Museum Nasional di Amsterdam dan Leiden University Library, tempat sebagian besar koleksi manuskrip dari wilayah Indonesia, termasuk Kerinci, disimpan. Di sana, Dr. Alfian bekerja sama dengan para ahli filologi dan kolektor manuskrip untuk mempelajari teks-teks kuno yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Selain itu, Dr. Alfian juga melakukan transkripsi dan analisis terhadap isi manuskrip untuk menemukan potensi kontribusi manuskrip tersebut terhadap kajian sejarah, sastra, dan agama di Indonesia.
Dr. Diana Rozelin, M.Hum., Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris Pascasarjana UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, memberikan apresiasi atas capaian Dr. Alfian. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Dr. Alfian dalam penelitian ini, yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik tetapi juga untuk pelestarian budaya Indonesia. Penelitian ini adalah kontribusi yang sangat berarti bagi masyarakat Kerinci dan dunia pendidikan di Indonesia,” kata Dr. Diana.
Selain untuk tujuan akademik, penelitian ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, tentang pentingnya melestarikan warisan budaya lokal yang ada di daerah mereka. “Dengan mendalami manuskrip-manuskrip tersebut, kita bisa lebih memahami sejarah dan tradisi Kerinci yang kaya, sekaligus memberi kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan,” jelas Dr. Alfian.
Melalui penelitian ini, diharapkan tidak hanya dapat melestarikan naskah-naskah tersebut, tetapi juga membuka kesempatan bagi lebih banyak penelitian lanjutan yang dapat menggali lebih dalam potensi intelektual dan kultural dari manuskrip-manuskrip kuno Indonesia, khususnya dari daerah-daerah yang kurang mendapat perhatian.
Kementerian Agama Republik Indonesia, melalui dukungan dana yang diberikan, juga berharap penelitian semacam ini dapat terus berlanjut, tidak hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga untuk memperkenalkan Indonesia yang kaya akan sejarah dan tradisi kepada dunia internasional.
Kontak Media:
Email: [email@uinsts.ac.id]
Website: [www.uinsts.ac.id]